Selasa, 12 Juli 2016

Kesan-Kesan Inspiratif dari New Zealand




Tulisan ini tentu tidak dapat merepresentasikan kondisi objektif New Zealand (NZ) dan berbagai dinamika masyarakat yang ada di dalamnya. Tulisan ini hanya merupakan kesan yang penulis tuangkan untuk menjadi catatan-catatan sederhana selama berada di New Zealand dalam waktu yang demikian singkat. Muara dari tulisan ini tentu saja munculnya pelajaran berharga yang dapat ditransformasikan dalam berbagai konteks.

Kecintaan terhadap Alam
Alam NZ dikenal karena panoramanya yang demikian indah. Mulai dari jumlah penduduk yang tidak begitu padat, hanya 4.5 juta, sampai hamparan padang rumput yang terbentang indah. Masyarakat NZ terbiasa hidup berdasarkan aturan yang telah menjadi kesepakatan bersama, tentu muara dari peraturan yang ketat itu kembali untuk kepentingan masyarakat NZ sendiri. Berbagai pelanggaran terhadap aturan akan berujung pada denda. Namun denda yang dimasukkan ke dalam kas negara, penggunaannya untuk kemaslahatan masyarakat itu sendiri.
Kecintaan masyarakat NZ terhadap alam cukup tinggi. Satu ketika, penulis mengunjungi sebuah tempat wisata di kota Auckland, ada sebuah cerita menarik yang  penulis dapatkan dari kunjungan tersebut. Penulis melihat ada sebatang pohon yang tumbang secara alamiah karena alasan sudah tua atau gejala alam. Hal tersebut menjadi sebuah musibah yang menyedihkan dan dirasakan seperti seperti kehilangan anggota keluarga yang dicintai. Beberapa hari setelah pohon itu tumbang, berbagai ucapan belasungkawa dapat dibaca dilokasi tersebut.
Perlakuan mereka terhadap pohon sama seperti mereka memperlakukan manusia. Pohon dianggap sebagai anggota masyarakat yang haknya sama dengan manusia. Masyarakat NZ merasa memiliki tanggung jawab untuk merawat alam. Itulah sebabnya, jarang terdengar ada aktifitas penebangan hutan secara liar. Selain karena kesadaran masyarakat yang sudah matang, denda terhadap aktifitas menebang hutan sembarangan amat tinggi, boleh jadi bernilai puluhan juta rupiah.

Perlakuan terhadap Hewan
Penulis juga menyaksikan kecintaan masyarakat NZ terhadap hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kuda dan sebagainya.  Anjing misalnya, merupakan hewan peliharaan yang sangat digemari. Selain karena kecerdasannya, anjing dapat menjadi teman di kala sepi. Ada sebuah keyakinan unik, seorang anak di NZ akan meninggalkan orang tua mereka ketika menginjak usia dewasa. Sementara anjing tidak akan pernah meninggalkan tuannya. Sebab itulah masyarakat NZ memperlakukan anjing layaknya anak mereka sendiri. Mereka kerap mengajak anjing peliharaan mereka untuk menghirup udara segar ke alam terbuka. Bahkan ada satu hal ekstrim menurut pandangan penulis, ada seekor anjing yang mendapatkan hak warisan setelah tuannya meninggal dunia. Ini mungkin kasus langka yang jarang ditemui di tempat lain.
Pernah satu ketika, seekor kucing memanjat sebuah pohon, namun kemudian kucing itu kesulitan untuk turun. Kasus tersebut dilaporkan kepada pemerintah setempat. Dalam waktu yang tidak begitu lama turun bantuan penyelamatan. Tim penyelamatan yang diturunkan terdiri dari kepolisian, dinas pemadam kebakaran dan dokter hewan. Untuk menyelamatkan hidup seekor kucing persis seperti penyelamatan seorang manusia yang sedang mengalami persoalan serius.
Merawat hewan peliharaan di NZ terbilang tidak murah. Mulai dari perawatan kesehatannya sampai aktifitas memandikannya. Informasi yang penulis dapatkan, ada seorang pemilik hewan peliharaan yang dijebloskan ke dalam penjara dikarenakan meninggalkan kuda peliharaannya untuk liburan. Padahal, pemiliknya sudah mempersiapkan makanan untuk kuda itu. Namun salah seorang tetangganya melaporkan jika si pemilik kuda tersebut membiarkannya.

Fasilitas Umum
Fasilitas umum yang disediakan pemerintah benar-benar memanjakan masyarakatnya. Di fasilitas umum disediakan tempat bermain untuk anak-anak layaknya taman kanak kanak yang ada di Indonesia, tempat untuk membaca, lapangan basket ball, barbeque (tempat untuk membakar ikan), lahan hijau yang menyejukkan mata. Semuanya terawat dengan baik. Rasa haus di NZ tidak perlu dikhawatirkan karena air keran di NZ dapat di konsumsi secara langsung, meskipun tidak disemua tempat demikian. Namun secara umum, air di NZ layak untuk dikonsumsi tanpa harus dimasak terlebih dulu.
Fasilitas umum ini tidak saja dijumpai di kota-kota besar, di berbagai daerah fasilitas umum juga tersedia secara baik dan merata. Di satu tempat ada sebuah rumah yang jaraknya puluhan kilometer dari kota, namun rumah itu mendapat aliran listrik sebagaimana yang dialirkan di kota-kota besar. Menurut masyarakat NZ, itu adalah hak warga negara yang mesti diberikan tanpa terkecuali. Fasilitas umum seperti toilet juga disiapkan pemerintah di puncak gunung, padahal tempat itu jarang dikunjungi. Pemerintah mempertimbangkan, lebih baik berkorban toilet daripada masyarakat mengotori lingkungan. Membersihkan lingkungan kotor membutuhkan biaya yang lebih besar daripada sekedar menyiapkan toilet.

 Pajak yang Tinggi
Gaji masyarakat NZ dipotong oleh pemerintah, besarannya tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakoni. Boleh jadi mulai dari 20 persen sampai 30 persen dari pendapatan. Menariknya, aturan itu dipatuhi dengan baik. Masyarakat sadar, pemotongan itu akan dikembalikan penggunaannya untuk masyarakat. Misalnya untuk membangun infrastruktur seperti jalan, rambu-rambu lalu lintas, perawatan fasilitas umum.

Dukungan untuk Pendidikan
Pendidikan di NZ mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas digratiskan. Model pendidikan untuk sekolah dasar cukup sederhana. Kurikulum yang disusun hanya untuk mata pelajaran tertentu seperti matematika, menggambar, mengarang, dan membaca. Para siswa tidak dijejali dengan berbagai mata pelajaran yang memberatkan. Itulah sebabnya siswa siswi di sekolah NZ merasa rugi jika tidak ke sekolah. Karena di sekolah mereka bermain (having fun). Selain itu, para guru lebih cenderung memotifasi ketimbang memfonis. Ungkapan seperti, fantastic (luar biasa), excellent (sempurna), very good (sangat baik), menjadi santapan sehari-hari.
Seseorang yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi seringkali terbentur persoalan finansial. Pemerintah NZ menyediakan pinjaman dana (loan) untuk calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan tinggi. Pengembaliannya dapat dicicil ketika mereka sudah tamat dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Untuk sarana transportasi, masyarakat NZ lebih memilih memiliki kendaraan pribadi daripada menggunakan transportasi publik. Meskipun disiapkan, transportasi publik seperti bus dan kereta masih terbilang tidak begitu banyak.

Respons terhadap Pengangguran
Para pengangguran dapat santunan dari pemerintah. Inilah cerminan masyarakat yang sudah makmur. NZ bukan negara kaya, namun pembangunan dirasakan secara merata. Tingkat korupsi terbilang sangat rendah. Status pejabat publik dan masyarakat biasa hampir sama. Mobil mudah sekali dibeli karena harganya murah. Banyak mahasiswa Indonesia (S.2 dan S.3) yang dapat membeli mobil-mobil, tak jarang yang mewah. Sepeda motor jarang penulis jumpai, harganya juga murah. Harga sepeda motor lebih murah dibanding dengan sepeda. Mengayuh sepeda ke kantor atau ke tempat tertentu menjadi aktifitas bergengsi. Sebab masyarakat NZ mengutamakan kesehatan.
Di NZ, penulis tidak menjumpai petugas parkir. Masing-masing pemilik kendaraan memasukkan beberapa koin ke sebuah tempat yang disediakan di pinggir jalan untuk pembayaran parkir. Parkir juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab jika parkir dilakukan sembarangan akan ditindak oleh petugas melalui towing (menderek) mobil tersebut ke kantor pemerintah yang menangani towing. Dendanya amat mahal, sekitar 200 NZD (dua juta rupiah atau lebih). Itulah sebabnya, posisi mobil yang parkir sangat rapi dan tertata.
Rambu-rambu lalu lintas di NZ ditaati dengan baik. Tidak semua persimpangan terdapat lampu lalu lintas, namun para pengguna jalan cukup melihat garis-garis lalu lintas yang diatur sedemikian rupa, maka kendaraan berjalan dengan rapi dan terarah. Suara horn (klakson) kendaraan jarang sekali terdengar. Para pengguna jalan merasa nyaman, selain karena jalanan yang mulus tapi juga para pengguna jalan yang kerap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Beberapa kali penulis melihat para pengguna jalan mempersilahkan yang lain untuk lewat terlebih dahulu. Tidak ada yang saling menyerobot.

Atensi terhadap Kesehatan
Biaya perobatan di NZ sangat mahal. Namun pemerintah menyiapkan fasilitas rumah sakit secara gratis untuk masyarakat. Dokter yang menangani pasien juga sangat profesional dan bertanggung jawab. Dokter-dokter tidak akan membiarkan pasiennya kecuali pasien tersebut sudah sembuh dari penyakit yang dideritanya. Menariknya, dokter-dokter dapat dibooking berdasarkan keinginan. Misalnya, jika seseorang menginginkan dokter pria atau wanita maka pihak rumah sakit akan menyediakan sesuai dengan pilihan pasien.

Kejujuran yang Membudaya
Di NZ juga tersedia super market tanpa penjaga. Pembeli dibebaskan untuk membeli barang pilihan sesuai keinginannya. Namun demikian, setelah barang-barang dibeli, maka pembayarannya cukup mempergunakan komputer yang sudah diprogram. Tingkat kejujuran di NZ terbilang tinggi. Belum pernah terjadi manipulasi belanjaan di super market tanpa pengawas itu.
Penulis mendapatkan informasi bahwa seseorang tidak merasa berat melakukan sesuatu untuk orang lain meskipun mengeluarkan biasa. Sebagai contoh, salah seorang sahabat penulis membayar rekening listrik, tanpa disadari kwitansi bukti pembayaraan tercecer. Seorang warga NZ menemukannya dan mengirimkan kwitansi itu melalui kantor pos ke alamat rumah teman penulis. Selain persoalan waktu, aktifitas itu mengeluarkan biaya minimal untuk membeli sebuah perangko.
Rumah-rumah masyarakat tidak ada yang mempergunakan teralis, semuanya kaca biasa tanpa adanya pengaman tambahan. Namun demikian, belum pernah terjadi pencurian yang membobol rumah masyarakat. Tentu saja, kriminalitas pasti ada namun volumenya amat kecil dan dapat dihitung jari. Rumah-rumah cukup ramah lingkungan, sebagian besar terdiri dari kayu-kayu yang kuat dan tahan lama.

Kritik untuk Beberapa Budaya
Meski demikian, terdapat tradisi di NZ yang bertentangan dengan tradisi di Indonesia terutama jika dilihat dari perspektif agama. Misalnya gaya hidup free sex, seorang remaja yang sudah menginjak usia 18 tahun dibebaskan untuk tinggal bersama dengan pasangannya tanpa diikat pernikahan. Bahkan ada orang tua yang merasa bahagia ditinggal oleh anaknya, karena boleh jadi selama ini menjadi beban finansial dalam keluarga. Budaya minuman keras (liquor) juga demikian, memiliki dasar hukum. Selain itu, NZ termasuk negara yang mendukung eksisitensi LGBT (lesbian, gay, bi seksual dan trans gender). Meskipun demikian, hak-hak individual tetap dihormati dan dijunjung tinggi. Seseorang akan berurusan dengan hukum jika memaksakan minuman keras atau LGBT kepada orang lain.

Inilah diantara berbagai hal yang harus ditolak. Bersikap kritis bukan berarti menolak semua atau menerima semua, namun sebuah kecerdasan untuk menjaring mana yang baik dan tidak baik. Para pembaca yang dirahmati Allah, inilah setidaknya kesan-kesan yang dapat penulis tuangkan untuk menjadi pelajaran kita bersama. Demikian, semoga bermanfaat.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

terima kasih atas kunjungab nya selama ramadhan 2016 ini di Auckland ustad. smg ilmu nya bermanfaat. jg demikian dg ustad.. dpt mengambil manfaat dr kultur di negri Hobbit ini. jazakallah